Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 26 Oktober-1 November 2018

I.HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut. Asap teramati berwarna putih, sedang, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 50 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 1 November 2018. 

Kubah Lava dan Morfologi Puncak
Analisis morfologi berdasarkan foto dari sektor tenggara menunjukkan adanya perubahan morfologi yang berupa pertumbuhan kubah. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi puncak melalui stasiun kamera Deles.
Volume kubah lava per 31 Oktober 2018 sebesar 248.000 m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata 2.900 m3/hari, lebih rendah dari minggu sebelumnya. Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah (<20.000 m3/hari). Lampiran 1.b memperlihatkan analisis kubah lava dari stasiun kamera Puncak. 

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 44 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 7 kali gempa Fase Banyak (MP), 277 kali gempa Guguran (RF), 27 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 9 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif sama dari minggu sebelumnya. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Pengukuran EDM dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 menghasilkan jarak tunjam pada kisaran 4.044,829 m hingga 4.044,838 m; dan jarak tunjam dari BAB ke reflector RB2 pada kisaran 3.859,096 m hingga 3.859,108. Baseline GPS selo-pasar bubar berkisar pada 4.259,19 m hingga 4.259,21 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Emisi SO2
Dalam minggu ini pengukuran DOAS (Differential Optical Absorption Spectroscopy) menghasilkan nilai rata-rata emisi SO2 puncak G. Merapi sebesar 90,19 ton/day, masih dalam kisaran normal. Lampiran 1.c menunjukkan grafik nilai emisi SO2 di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 20 mm/jam selama 21 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 1 November 2018. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
  1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
  2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran  
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
  1. Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
  2. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G.Merapi.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
  4. Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
  5. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.

Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 2 November  2018
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
      Kepala BPPTKG



Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002

Lampiran
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 26 Oktober – 1 November 2018
Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), Pengamatan kubah lava melalui Stasiun CCTV Puncak (b), Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik, EDM Reflektor Kaliurang 2 dan Babadan 2, baseline GPS Selo-Pasarbubar, dan nilai emisi SO2 (c).