LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 23 - 29 November2018

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 23 - 29 November2018
 
I.     HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut. Asap teramati berwarna putih, tebal, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 400 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 29 November 2018.
 
Kubah Lava dan Morfologi Puncak
Analisis morfologi berdasarkan foto dari sektor tenggara menunjukkan adanya perubahan morfologi yang berupa pertumbuhan kubah. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi puncak melalui stasiun kamera Deles.
Volume kubah lava per 29 November 2018 sebesar 329.000 m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata 2.500 m3/hari, relatif sama dari minggu sebelumnya. Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah (<20.000 m3/hari). Lampiran 1.b memperlihatkan analisis kubah lava dari stasiun kamera Puncak.
 
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 34 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 15 kali gempa Fase Banyak (MP), 309 kali gempa Guguran (RF), 20kali gempa Low Frekuensi (LF)dan 5 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dari minggu sebelumnya. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
 
Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,833 m hingga 4.044,839 m; dan dari BAB ke reflektorRB2 pada kisaran 3.859,100 m hingga 3.859,108. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6506,948 m hingga 6506,960 m dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6457,879m hingga 6457,890 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,36 mhingga 4.259,41 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS padaminggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkangrafik deformasi di G. Merapi.
 
Emisi SO2
Dalam minggu ini pengukuran DOAS (Differential Optical Absorption Spectroscopy) menghasilkan nilai rata-rata emisi SO2 puncak G. Merapi sebesar 84,12 ton/day, masih dalam kisaran normal. Lampiran 1.c menunjukkan grafik nilai emisi SO2 di G. Merapi.
 
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 50 mm/jam selama 75 menit di Pos Jrakah pada tanggal 29 November 2018. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahanaliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.

II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1.     Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2.     Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
Saran  
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
        Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
        Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G.Merapi.
        Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
        Sehubungan saat ini sudah memasuki musim hujan maka masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai - sungai yang berhulu di G. Merapi untuk mewaspadai bahaya lahar.
        Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
        Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 30 November  2018
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                                                                                        
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002
 
LAMPIRAN
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 23– 29 November2018
 

 
Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), Pengamatan kubah lava melalui Stasiun CCTV Puncak (b), Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik, EDM Reflektor Kaliurang 2 dan Babadan 2, baseline GPS Selo-Pasarbubar, dan nilai emisi SO2 (c).