LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 25-31 Oktober 2019

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 25 – 31 Oktober 2019
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 700 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 31 Oktober 2019 jam 05.35 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan.Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Kalitengah Lor tanggal 31 Oktober terhadap 24 Oktober 2019. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 30 Oktober 2019 sebesar 416.000 m3. Dibandingkan pengukuran sebelumnya, volume kubah lava sedikit bertambah akibat material baru yang muncul di pusat rekahan kubah lava.Lampiran 1.b menunjukkan gambar topografi kawah hasil analisis foto drone beserta penampang melintang kubah lava arah Barat Laut – Tenggara.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 3 kali gempa Hembusan (DG), 18 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 16 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 60 kali gempa Fase Banyak (MP), 65 kali gempa Guguran (RF), 5 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 19 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu inilebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
  
Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,847m hingga 4.044,848m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,121 m hingga 3.859,125 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,947 m hingga 6.506,954dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,881 m hingga 6.457,884 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,19 m hingga 4.259,21 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 26 mm/jam selama 65 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 31 Oktober 2019. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahanaliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
  
II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 1November 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
 
 
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002